Dede Suryana, anak petani Cimaja, Pelabuhan Ratu menjadi top surfer dunia. Selancar air sudah digeluti Dede sejak usianya 6 tahun dengan 4 saudaranya. Ketika umur Dede, 11 tahun, ia berkenalan dengan David Arnold, 15 tahun, yang sedang belajar surfing juga. David tinggal di Indonesia bersama orang tuanya selama 4 tahun ini untuk persiapan film dokumenternya. Sebelumnya, ia bersekolah di Inggris. Temannya, Dede, setelah lulus SMP pindah ke Bali, sekolah di sana dengan biaya sponsor.

Selama ini yang menjadi top surfer adalah peselancar dari Amerika dan Australia. Dede yang yakin surfing bisa dijadikan pilihan karir, sudah mengikuti berbagai kejuaraan dunia surfing, seperti di Hawai-AS, Jepang dan tahun 2006 di Australia. Dede merasa tertantang menaklukkan para seniornya. Mengapa tidak ? Indonesia punya garis pantai terpanjang di dunia, dan kata bule2 itu “the best wave” itu ada di Indonesia. Ironisnya, yang jadi kiblat surfing dunia kok Amerika dan Australia. Olahraga selancar kurang dikenal di nusantara. Dede bertekad mempopulerkan Indonesia dengan keahliannya ( tahun 2008, dihelat Asian Beach Games/ ABG di Bali. Indonesia jadi juara umum ). Termasuk ketika memutuskan untuk menjadi peselancar bebas daripada peselancar internasional.

Menariknya, Dede tetap rajin beribadah. Ia muslim yang taat. Dalam film “Mengejar Ombak”, garapan  David Arnold, diperlihatkan Dede pergi ke masjid dengan sajadah tersampir di pundaknya. Bisa jadi syiar Islam dan contoh kerjasama yang baik antar bangsa, budaya dan agama. Film “Chasing the Wave” mendapat penghargaan film di Utah, AS. David yang baru pertama kali membuat film dan punya keterbatasan dana, mendapat bantuan dari Menbudpar, MetroTV dan perusahaan penerbangan, berupa tiket, akomodasi, transportasi dll.

Dalam sejarah Indonesia ada tokoh Douwes Dekker/ Multatuli yang membantu pejuang Indonesia meraih kemerdekaan. Selama 350 tahun nusantara dijajah bangsa asing, masih banyak keturunan asing yang tinggal di Indonesia dan menjadi WNI. Banyaknya investasi dan perusahaan asing di negeri ini, dengan para ekspatriatnya yang menikah dengan orang Indonesia, apakah tidak bisa diberdayakan untuk mengikis habis stigma negatif yang ditempelkan pihak Barat pada Indonesia ? Rakyat di belahan Barat selalu kesulitan menyebut siapa tokoh muslim yang mereka ketahui ? Sehingga ketika zionis membombardir dengan isu teroris dan keterbelakangan negara2 muslim, mereka menelan mentah2 informasi menyesatkan tsb. Karena keterbatasan referensi, mereka tak bisa membela atau bersikap obyektif ; muslim tidak begitu kok. Tidak hanya menyebut militan Osama bin Laden, Al Qaeda, mereka kita harapkan juga bisa menyebut petinju Muhammad Ali, pebasket Saqiel O’Neal, pebola Zidane Zidan dan surfer Dede Suryana yang berwajah ramah.

Dede dan David sudah memulainya. Ada yang menyusul ? ( Nurray, stlh nonton “Behind the scene ‘Chasing the Wave”, Metro TV, 26/4/2009 )

Sumber: https://nurray.wordpress.com/2009/04/28/dengan-papan-selancar-dan-sajadah-dede-suryana-dibantu-david-arnold-syiar-islam-ke-seluruh-dunia/ , dimuat: 28 April 2009